September 11, 2016

Hanya Pecinta Musik Sejati yang Mengerti Hal Ini


http://www.lovethispic.com/image/120040/play-the-moments,-pause-the-memories,-stop-the-pain,-rewind-the-happiness
"Kenapa sih suka banget dengerin musik, Rul?" dan "Kenapa suka banget nonton konser, Rul?" merupakan pertanyaan yang paling sering gue dapat beberapa tahun belakangan ini. At first I didn’t really care about those questions, but after a lot of people asked me the same question over and over again, I started to think, “Why do I love music and going to concerts so much? Why do I dedicate my whole life to music like this?” 

Jujur, gue nggak bisa kasih alasan pasti. Apa mungkin karena musik membuat gue lebih bahagia? Terdengar klise memang, tapi ada benarnya juga.

Selama ini kalau gue sedang emosi, gue selalu pilih untuk mendengarkan musik. Entah kenapa mendengarkan musik ketika sedang upset mampu membuat gue jadi lebih tenang dan berkurang amarahnya. Tidak peduli yang didengar itu musik keras atau lembut. Akhirnya gue juga tidak perlu melampiaskan amarah dengan cara yang negatif. 

Selain itu, kalau lagi belajar atau mengerjakan tugas esai, gue harus ngerjain tugas sambil mendengarkan lagu. Gue susah fokus dan dapat inspirasi kalau tidak begitu. Padahal tidak jarang pula kalau sudah mendengarkan lagu sambil belajar itu ujung-ujungnya malah keasyikan nyanyi dan lupa ngerjain. 

Terkadang juga ketika lagi "dengarin liriknya", gue sering merasa terhubung dengan lagu tersebut. Gue merasa apa yang diceritakan di lagu itu sesuai banget dengan apa yang pernah gue alami, it’s like telling me that I’m not alone in that situation, that there are other people who experience the same thing or even who have it worse than me. There are so many songs which make me realize that everything is going to be okay and I can get through it. Karena itu lah, gue jadi lebih bisa menghargai hidup. 

Ada juga lagu yang mengingatkan gue akan seseorang atau suatu momen yang berarti. Kalau sedang mendengarkan lagu yang seperti ini, gue jadi mengenang momen-momen indah yang akhirnya ngebuat gue senyum-senyum sendiri. Contohnya setiap kali mendengarkan lagu “Therapy” nya All Time Low. Therapy punya tempat yang spesial di hati. Lagu ini selalu gue dengarkan untuk menyemangati diri sendiri ketika sedih atau down. Dan ada satu momen berhubungan dengan lagu ini yang ngebuat gue terharu tiap dikenang lagi. Setelah bertahun-tahun menunggu All Time Low balik ke Indonesia dan berharap mereka memasukkan Therapy ke setlist pas mereka konser di sini, apa yang gue harapkan pun terkabul. Betapa bahagianya gue ketika akhirnya bisa mendengarkan lagu ini secara langsung. Sebelum ATL mainin lagu ini, Alex memberi speech pendek tentang bagaimana musik mereka bisa membuat fans nya mendapatkan banyak sahabat baru. Selain itu Alex juga bilang dia senang tiap dengar fans nya cerita kalau musik ATL mengubah hidup mereka jadi lebih baik. Gue ingat gue nangis pas bagian ini. Nangis di depan orang banyak. Kelihatan bodoh memang, tapi speech Alex terlalu manis dan gue nggak bisa tahan air mata.

Dalam masalah konser, entah kenapa gue semakin ketagihan untuk nonton konser sesering mungkin belakangan ini. Padahal awalnya gue hanya nonton konser yang ada di daftar "band yang wajib ditonton". Alasan awal nonton konser itu ya karena it gives me a certain feeling of happiness. Setelah sekian lama mengidolakan suatu musisi atau band, dan akhirnya bisa menonton mereka secara langsung. Bukan dari TV atau YouTube lagi. For us, Indonesian concert-goers, seeing our favorite bands or artists live is a once in a lifetime experience. Karena untuk berhasil membawa idola kita ke Indonesia itu sangat susah dan nggak semudah seperti di negara lain. And, oh! Don't forget the feeling you get when you hear your favorite song live for the first time. 

Nonton konser tuh membuat gue semangat, karena setiap nonton konser gue bisa jadi diri sendiri. Gue bisa nikmatin konser tanpa perlu peduli apa yang orang lain pikirin karena mereka sendiri juga sama-sama nikmatin konsernya. Gue, yang sebenarnya tidak terlalu suka tempat keramaian, merasa nyaman berada di antara ribuan penonton lainnya. Gue merasa ada yang belum lengkap kalau belum nonton konser. Konser membuat gue 'hidup'. Gue mendapatkan banyak banget kenangan yang tidak terlupakan setelah menonton konser.
 
Persis seperti yang Alex bilang, nonton konser juga memberikan kita kesempatan untuk ketemu banyak orang baru yang punya selera musik yang sama, dan kalau beruntung bisa bersahabat dengan mereka karena merasa cocok satu sama lain. Going to concerts is also the perfect moment for us to meet up with our friends whom we haven’t seen in a long time. 

Untuk pribadi, ada alasan khusus kenapa gue senang nonton konser. Konser memotivasi gue untuk belajar dan mendapatkan IPK bagus (di atas 3). Ini karena kalau IPK gue bagus, gue baru dapat izin nonton konser. Selain itu, memang gue akui nonton konser itu ngeluarin uang yang banyak, tapi justru nonton konser ngelatih gue untuk berhemat. Nonton konser itu prioritas bagi gue. Makanya gue harus bisa kontrol diri untuk tidak terlalu sering beli ini itu supaya uangnya bisa gue pakai untuk nonton konser. Jadi bisa dilihat, kan, kalau konser tuh juga ada sisi positifnya dan nonton konser itu tidak selamanya buang-buang waktu seperti yang orang lain pikir. 

Gue harap orang-orang, termasuk keluarga gue, bisa lebih memahami kalau musik memang hal yang penting di hidup gue. Musik dan gue itu tidak bisa dipisahkan. Gue tidak tahu apa yang harus gue lakukan kalau gue sampai dilarang mendengarkan musik dan nonton konser lagi, karena musik adalah alasan utama gue menjadi orang yang lebih baik dan bahagia seperti sekarang.